Rabu, 30 November 2016 | 22:58 WIB

Jawa Barat Ancam Hapus Bonus Atlet Pemakai Doping

TEMPO.CO, Bandung - Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Jawa Barat M Solihin mengatakan akan mencoret bonus bagi atlet Jawa Barat pemenang emas dalam PON XIX yang terbukti terlibat doping. Sebelumnya, sebanyak 12 atlet PON XIX dinyatakan menggunakan doping dalam laporan National Dope Testing Laboratory di New Delhi India. Namun, ia enggan menyebut berapa nilai bonus yang dicoret.

"Kami tak boleh mengumumkan, yang mengumumkan nanti KONI," ujarnya, Rabu, 30 November 2016.

Akibat adanya pemangkasan bonus tersebut bisa berdampak pada pengurangan anggaran yang diusulkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Rp 300 miliar. Kendati demikian, pembahasan anggaran untuk bonus atlet PON dan Peparnas itu tidak menungu pengumuman itu. Proses pembahasan dilakukan dengan asumsi jumah peraih medali dan atlet yang terlibat dalam PON dan Peparnas. “Karena pemberiannya juga tahun depan,” kata dia.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sudah mencatumkan usulan anggaran untuk bonus bagi atlet PON XIX dan Peparnas XV 2016 dalam dokumen Kebijakan Umum ABPD 2017 Prioritas Plafon Anggaran Sementara. “Total hampir kira-kira Rp 300 miliar,” kata dia.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, anggaran itu diberikan untuk atlet peraih medali dan non medali yang mengikuti ajang PON dan Peparna. “Untuk pemegang medali emas, perak, perungu, plus semau atlet ada bonus tapi kecil,” kata dia.

Dia mengaku belum berani merinci bonus itu. Tapi sebagai patokan, peraih medali emas akan mendapat bonus sebesar Rp 275 juta. “Saya belum berani nyebut, karena yang disebut dengan pasti adalah atlet pemegang medali dan bukan pemegang medali,” kata Aher.

AHMAD FIKRI